Mediakawasan.co.id, Tangareng Selatan – Di tengah ritme kota yang kian menyerupai mesin berdetak cepat, satu kebutuhan sering luput dari sorotan: siapa yang menjaga ruang tumbuh anak ketika orang tua sedang mengejar mimpi? Pertanyaan itu coba dijawab oleh Mika Daycare & Preschool lewat langkah terbarunya.
Mika Daycare & Preschool resmi membuka cabang ketiganya di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, pada Sabtu, 25 April 2026. Bukan sekadar ekspansi bisnis, kehadiran ini mencerminkan perubahan lanskap kebutuhan keluarga urban, terutama di wilayah dengan pertumbuhan profesional muda yang pesat.
Di balik peresmian ini, tersimpan satu benang merah: daycare kini bukan lagi “opsi tambahan”, melainkan bagian dari infrastruktur sosial yang menopang keseimbangan hidup keluarga modern.
Co-Founder Mika, Marta Yuliana, melihat langsung bagaimana dinamika tersebut berkembang. Menurutnya, tantangan terbesar orang tua hari ini bukan hanya soal pengasuhan, tetapi bagaimana menjaga stabilitas antara karier dan keluarga tanpa mengorbankan salah satunya.
“Banyak orang tua, khususnya ibu, menghadapi dilema antara tanggung jawab profesional dan keluarga. Kami ingin menjadi support system yang membuat mereka bisa bekerja dengan lebih tenang,” ujarnya.
Perspektif serupa muncul dalam talkshow yang digelar saat peresmian. Para pembicara menyoroti bagaimana akses terhadap childcare berkualitas berperan langsung terhadap partisipasi perempuan di dunia kerja.
Sriyani Puspa Kinasih dari Bank Mandiri menekankan bahwa dukungan terhadap perempuan tidak bisa dilepaskan dari dukungan terhadap keluarga secara keseluruhan. Salah satu kuncinya adalah akses terhadap layanan pengasuhan yang terpercaya.
Sementara itu, Dr. Dewi Kartika Suryani, SpA, menggarisbawahi pergeseran fungsi daycare itu sendiri. “Daycare bukan sekadar tempat menitipkan anak, tapi lingkungan stimulasi. Anak berkembang secara sosial dan kognitif selama kualitas pengasuhan terjaga dan orang tua tetap terlibat,” jelasnya.
Dengan kata lain, daycare modern mulai bertransformasi menjadi ruang belajar awal yang membentuk fondasi karakter dan kemampuan anak.
Pemilihan BSD sebagai lokasi cabang ketiga bukan tanpa alasan. Kawasan ini tumbuh sebagai kota satelit dengan kepadatan pekerja muda dan keluarga baru yang tinggi. Pola hidup komuter dan jam kerja panjang menciptakan kebutuhan akan layanan yang fleksibel dan terpercaya.
Mika BSD mencoba menjawab kebutuhan itu dengan jam operasional panjang, mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB, serta layanan antar-jemput. Fasilitas yang disediakan dirancang untuk menggabungkan aktivitas belajar dan bermain dalam satu ekosistem yang aman dan terstruktur.
Sebelumnya, Mika telah hadir di South Quarter dan WTC Sudirman, dua kawasan bisnis di Jakarta. Ekspansi ke BSD menandai pergeseran fokus dari pusat bisnis ke kawasan hunian yang berkembang pesat.
Selama lebih dari satu dekade, Mika Daycare & Preschool membangun pendekatan berbasis play-based learning, dipadukan dengan sistem komunikasi yang transparan kepada orang tua melalui laporan perkembangan anak dan dokumentasi harian berbasis aplikasi.
Namun yang menarik, arah pengembangan Mika tidak berhenti pada layanan daycare. Melalui Mika Academy, mereka juga mengembangkan pelatihan bagi guru dan caregiver, seolah merangkai ekosistem dari hulu ke hilir dalam dunia pengasuhan anak usia dini.
Di titik ini, daycare tak lagi berdiri sendiri. Ia menjadi simpul kecil dalam jaringan besar: pendidikan, tenaga kerja, dan ketahanan keluarga.
Dan mungkin, di kota-kota yang terus bergerak cepat seperti BSD, simpul kecil seperti ini justru yang menjaga semuanya tetap seimbang. (Red/*)











































