Mediakawasan.co.id, Tangerang Selatan — Penerimaan pajak daerah Kota Tangerang Selatan pada 2025 tak hanya melampaui target, tetapi juga membuahkan dampak nyata bagi masyarakat. Pemerintah Kota Tangsel mencatat realisasi pajak daerah telah menembus 100,58 persen, yang kemudian dikonversi menjadi berbagai program pembangunan dan bantuan sosial.
Capaian tersebut disampaikan dalam ajang Pajak Award 2025 yang digelar di Ballroom Merdeka Swiss-Belhotel Serpong, Jumat (12/12/2025). Acara ini menjadi momentum refleksi bagaimana pajak daerah berperan langsung dalam meningkatkan kualitas hidup warga.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan bahwa setiap rupiah pajak yang dibayarkan masyarakat dikembalikan dalam bentuk pembangunan konkret dan berkelanjutan.
“Pajak itu bukan sekadar angka. Lebih dari 350 rumah tidak layak huni sudah kami bedah, kawasan kumuh kami benahi hingga lebih dari 20 hektare, dan anak-anak yang tidak tertampung di SMP Negeri tetap kami fasilitasi lewat program beasiswa,” ujar Benyamin.
BPHTB Masih Jadi Andalan Pendapatan Daerah
Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tangsel Eki Herdiana menyebut sektor pajak masih menjadi tulang punggung pembangunan kota. Kontribusi terbesar berasal dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), disusul Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pajak sektor hotel, restoran, dan makanan-minuman.
“BPHTB masih mendominasi penerimaan. Namun sektor lain juga terus kami optimalkan melalui peningkatan kepatuhan dan pengawasan,” kata Eki.
Pemkot Tangsel, lanjut Eki, juga melakukan langkah persuasif hingga penegakan hukum bagi wajib pajak yang belum patuh, termasuk bekerja sama dengan Kejaksaan melalui mekanisme KKSK.
Diskon Pajak Jadi Stimulus Kepatuhan
Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, Pemkot Tangsel sebelumnya memberikan stimulus berupa diskon pajak hingga 70 persen bagi tunggakan lama sebelum 2014, asalkan dilunasi dalam periode Januari hingga Maret–April.
“Kami sudah memberi ruang dan kemudahan. Untuk tunggakan 2014–2024, pokok pajaknya tetap harus dibayar. Semua sudah kami ingatkan sejak awal,” jelas Benyamin.
Apresiasi untuk Wajib Pajak Inspiratif
Pajak Award 2025 juga menjadi bentuk penghargaan bagi wajib pajak yang dinilai inspiratif. Penilaian dilakukan berdasarkan berbagai indikator, mulai dari nilai pembayaran tertinggi, kecepatan penyetoran di awal tahun, hingga kepatuhan melunasi tunggakan.
“Kontribusi mereka sangat berarti. Tanpa pajak, pembangunan tidak akan berjalan,” kata Benyamin.
Dengan sisa waktu menjelang akhir tahun, Pemkot Tangsel berharap penerimaan pajak masih dapat terus bertambah dan memperkuat kapasitas fiskal daerah.
“Semoga capaian ini terus meningkat. Semua untuk masa depan Tangerang Selatan,” pungkasnya. (Red/*)









































