Mediakawasan.co.id, Banten – Sambil bermain di halaman rumah warga, sembilan anak di Kampung Eshal Garden, Lebak Selatan, belajar cara menghadapi gempa dan tsunami lewat berbagai permainan edukatif yang seru. Kegiatan bertajuk Safari Kampung ini diselenggarakan oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) pada Sabtu (11/10) sore, sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran siaga bencana sejak usia dini.
Safari Kampung merupakan bagian dari inisiatif Community Resilience, yang berfokus meningkatkan ketangguhan masyarakat pesisir terhadap risiko bencana alam. Melalui metode pembelajaran berbasis permainan, topik kebencanaan disampaikan secara ringan dan kontekstual agar lebih mudah dipahami anak-anak.
“Kegiatan Safari Kampung ini tidak akan berhasil tanpa dukungan dan keterlibatan fasilitator di setiap kampung,” ujar Lovenia Megumi, Community Relations Officer Safari Kampung.
“Kami selalu berupaya membangun kolaborasi yang kuat dengan para fasilitator lokal karena mereka yang paling memahami karakter dan kebutuhan masyarakat setempat. Melalui kerja sama ini, pendekatan edukasi menjadi lebih relevan dan mudah diterima, terutama oleh anak-anak dan keluarga di wilayah pesisir.”
Ia menambahkan, “Setiap kegiatan kami rancang bersama tim lapangan agar tidak hanya sebatas sosialisasi, tetapi juga membangun rasa kepemilikan di komunitas. Harapannya, masyarakat dapat terus melanjutkan praktik kesiapsiagaan ini secara mandiri meski kegiatan Safari Kampung sudah selesai.”
Dalam kegiatan ini, anak-anak dibekali pemahaman dasar seputar gempa bumi dan tsunami mulai dari tanda-tanda awal, cara menyelamatkan diri, hingga langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum dan sesudah bencana. Penjelasan disampaikan dengan bahasa sederhana serta contoh dari kehidupan sehari-hari di lingkungan pesisir.
Untuk memperkuat pemahaman, peserta diajak mengikuti tiga permainan utama. Permainan pertama, “Siaga Kata”, melatih kerja sama dan daya ingat. Anak-anak berlomba menyusun kata seperti tas siaga, banjir, dan kebakaran dalam waktu terbatas. Setiap kata yang berhasil disusun menjadi momen belajar kecil tentang arti dan dampak bencana tersebut.
Selanjutnya, “Patriot Siaga”, permainan human board game dengan dadu besar, membawa peserta ke berbagai tantangan, mulai dari menjawab pertanyaan hingga melakukan simulasi siaga bencana.
Melalui aktivitas ini, anak-anak belajar berpikir cepat dan tanggap dalam situasi darurat.
Terakhir, permainan “Tsunara”, menyerupai ular tangga, memperkuat pembelajaran lewat pertanyaan seputar mitigasi. Jika ada peserta yang belum tahu jawabannya, mereka diajak berdiskusi untuk menemukan solusi bersama, menumbuhkan kolaborasi dan pemahaman kolektif.
Acara ditutup dengan menyanyikan lagu “Pahlawan Siaga” yang membangkitkan semangat kesiapsiagaan, diikuti pembagian souvenir bagi seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi. Suasana ceria terasa sepanjang kegiatan; tawa dan semangat anak-anak menunjukkan bahwa belajar kebencanaan bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan.
Kampung Eshal Garden dipilih karena termasuk wilayah pesisir yang rentan terhadap dampak gempa dan tsunami. Melalui Safari Kampung, organisasi ini berupaya memperkuat kesadaran siaga bencana masyarakat sejak usia dini, agar terbentuk generasi pesisir yang tangguh dan peduli lingkungan.
Program Safari Kampung rencananya akan terus dilaksanakan di wilayah Lebak Selatan lainnya, seperti Panggarangan dan Cihara, untuk memperluas dampak edukasi kebencanaan di daerah rawan tsunami. (Red/rlls)











































