Mediakawasan.co.od, Tangerang Selatan – Cuaca Ekstrem dengan Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kota Tangerang Selatan sejak Senin sore (7/7/2025) menyebabkan puluhan titik genangan dan satu kejadian longsor.
Intensitas hujan tinggi yang berlangsung sejak pukul 15.47 WIB memicu luapan aliran Kali Serua dan Kali Kedaung serta melumpuhkan sejumlah akses jalan di wilayah Ciputat, Pamulang, dan Pondok Aren.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel hingga Selasa pagi (8/7) pukul 06.05 WIB mencatat terdapat 22 titik banjir dan 1 titik longsor dengan ketinggian muka air (TMA) bervariasi antara 15 hingga 140 sentimeter.
“Air mulai masuk sekitar pukul lima sore. Kami tidak sempat selamatkan barang-barang, karena air cepat naik,” ujar Anwar (42), warga RW 22 Perumahan Bintaro Indah, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, salah satu lokasi terdampak terparah.
Titik Terparah dan Korban Terdampak
Perumahan Bintaro Indah RW 22, Kel. Jombang, Ciputat: Genangan mencapai 110 cm, berdampak pada ±200 KK. Sebanyak 24 warga mengungsi sementara.
Perumahan Pondok Maharta RW 9 & 10, Kel. Pondok Kacang Timur, Pondok Aren: Genangan setinggi 140 cm, berdampak pada 200 KK. Pengungsi tercatat 24 jiwa.
Kavling Bulak RT 02/02, Kel. Pondok Kacang Timur, Pondok Aren: Air masih menggenang hingga 120 cm. Sebanyak 50 KK terdampak dan 32 warga mengungsi.
Perumahan Taman Mangu, Kel. Jurangmangu Barat, Pondok Aren: Genangan 90 cm, berdampak pada 240 KK. 26 warga dilaporkan mengungsi.
Selain itu, kawasan Kampung Empangsari RT 004/07, Kelurahan Ciputat juga mengalami genangan 50–100 cm dan menyebabkan 40 KK mengungsi. Warga mengaku, banjir dipicu oleh luapan Kali Kedaung dan buruknya sistem drainase.
Akses Jalan dan Longsor
Salah satu ruas yang sempat lumpuh akibat genangan adalah Jalan Totitoti Eyang Agung, Serua Indah, Ciputat, dengan ketinggian air 30 cm. Saat ini kondisi dilaporkan sudah surut.
Sementara itu, longsor terjadi di Perumahan Puri Pamulang, RT 04 RW 09, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, akibat tembok turap roboh.
Peristiwa ini berdampak pada 16 KK di sekitar lokasi.
Respons Pemerintah dan Warga
BPBD Tangsel mengonfirmasi bahwa sebagian besar genangan sudah mulai surut, namun petugas tetap siaga di sejumlah titik rawan banjir. Bantuan logistik dan tenda darurat telah disiapkan untuk warga terdampak.
“Kami mohon perhatian pemerintah untuk segera membenahi saluran air di wilayah kami. Setiap kali hujan deras, banjir pasti datang,” keluh Siti, warga Perum Green Hills, Serua.
BPBD menyebutkan, penyebab utama genangan adalah intensitas hujan yang tinggi disertai meluapnya kali dan buruknya sistem drainase di kawasan padat penduduk.
Daftar Singkat Lokasi Genangan (TMA Terukur)
Alkafi Residence, Jombang – 60 cm (40 KK)
Perum Green Hills, Serua – 80 cm (60 KK)
Jl. Alfurqon, Jombang – 40 cm
Gang Wahid, Kedaung – 30 cm (20 KK)
Gardenia Estate, Ciputat – 50 cm (60 KK)
Perum Puri Kristal, Sawah – 60 cm (30 KK)Kp. Cilalung, Serua – 40 cm (10 KK)
Tembol RW 12, Rempoa – 25 cm (70 KK)
Jl. Ganda Sasmita, Serua – 50 cm
Imbauan dan Antisipasi
Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengimbau warga untuk tetap waspada menghadapi potensi hujan lanjutan. BPBD meminta masyarakat tidak membuang sampah sembarangan agar tidak menyumbat saluran air.
Pihak Dinas SDABMBK Tangsel juga tengah melakukan pengecekan struktur drainase dan tanggul penahan air di beberapa titik krusial guna mencegah terulangnya banjir di masa mendatang.
“Untuk Pondok Maharta Air masih tinggi, ada bantuan unit pompa dari bbwscc dua unit dan banjir di empangsari masih tinggi,” ujar Kemal melalui WhatAppsnya pagi ini, Selasa (8/7-2025).
Fenomena cuaca ekstrem yang terjadi Senin lalu menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk membenahi sistem tata kelola air di Tangerang Selatan. Dengan kolaborasi antara warga dan pemerintah, diharapkan banjir dapat diminimalisir dan kenyamanan hidup masyarakat dapat terjaga.(Red/*)






































