Ciputat, MKD.co.id – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Warman Syahnudin mengungkapkan pihaknya akan merubah pengertian UMKM. Menurutnya, pengertian UMKM akan diperluas, sehingga banyak pihak yang memiliki usaha dari jenis apapun juga dikatakan sebagai pelaku UMKM, sehingga mereka turut dibina.
Diketahui, saat ini yang disebut UMKM di Kota Tangsel adalah mereka yang memiliki usaha membuat produk dari hasil sendiri atau home made. “Arti dari UMKM harus diperluas. Misalnya pelaku seni punya sanggar itu juga disebut pelaku UMKM, termasuk pedagang-pedagang kecil di pasar-pasar itu juga harus disebut UMKM. Jadi kita menginginkan hal berbeda di Tangsel terkait keberadaan UMKM ini
,” ujar Warman kepada Radar Banten, Kamis (6/1).
Warman mengatakan, langkah awal yang dilakukan olehnya terkait perluasan pengertian UMKM adalah dengan melakukan pemetaan dan pendataan keberadaan pelaku UMKM yang saat ini keberadaannya belum diperhatikan. Kendati demikian, sambung Warman mengingat dirinya baru menjabat sebagai Kadis Koperasi dan UMKM maka diperlukan proses konsolidasi diinternal terlebih dahulu.
“Untuk saat ini saya harus punya data, harus punya peta. Dan dari pemetaan ini dengan teman-teman bidang dan teman-teman di kecamatan, kelurahan akan memetakan terkait dengan peningkatan dan pengembangan UMKM kedepan,” jelasnya.
Sementara itu Wakil Ketua Koperasi Pasar Ciputat Iwan Rosyadi mendukung langkah Dinas Koperasi dan UMKM terkait perluasan pengertian pelaku UMKM di Kota Tangsel. Menurutnya, sudah seharusnya keberadaan pedagang kecil di jalan-jalan juga diperhatikan oleh Pemerintah Kota Tangsel.
“Seharusnya memang seperti itu, karena mereka yang berdagang di pasar-pasar maupun di jalan-jalan juga pengusaha. Mereka juga membutuhkan modal untuk usaha tidak berbeda dengan mereka yang menghasilkan produk sendiri,” ujarnya.
Menurut Iwan, para pedagang kecil di pasar dan pinggir jalan sebetulnya juga membutuhkan pembinaan dari Pemkot Tangselah. Namun sejauh ini para pedagang tersebut belum pernah mendapat pembinaan dari Pemkot Tangsel. Sementara para pelaku UMKM yang memang sudah memiliki perkumpulan sejak awal mendapat pembinaan dari Pemkot Tangsel.(*/red).











































