Mediakawasan.co.id, Jakarta – Di tengah pesatnya adopsi kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor industri, kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan digital dan AI menjadi semakin mendesak. Menjawab tantangan tersebut, Amazon Web Services (AWS) meluncurkan dua inisiatif baru di Indonesia, yakni IndonesiapandAI dan Mastering AI for Nation-Building (MAIN), untuk memperluas akses pembelajaran AI sekaligus memperkuat kesiapan tenaga kerja nasional menghadapi era digital.
Pemerintah Indonesia sendiri telah menempatkan pengembangan talenta digital sebagai bagian penting dari visi Indonesia Emas 2045. Pada Februari 2026, target talenta digital nasional bahkan ditingkatkan menjadi 12 juta orang pada 2030. Namun, studi Unlocking Indonesia’s AI Potential 2025 yang ditugaskan AWS menunjukkan bahwa 57 persen pelaku usaha di Indonesia masih menghadapi hambatan berupa kurangnya keterampilan digital dalam memperluas pemanfaatan AI.
Padahal, penggunaan AI di Indonesia terus meningkat. Sebanyak 18 juta pelaku usaha telah mengadopsi teknologi tersebut, dengan pertumbuhan mencapai 47 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan perlunya langkah konkret untuk menjembatani kesenjangan keterampilan agar transformasi digital dapat memberikan dampak yang berkelanjutan.
Melalui program IndonesiapandAI, AWS menghadirkan pelatihan cloud dan AI gratis dalam bahasa Indonesia yang dapat diakses masyarakat berusia 18 tahun ke atas tanpa memandang latar belakang pendidikan maupun pengalaman teknis sebelumnya. Program yang namanya terinspirasi dari kata “pandai” ini menawarkan dua jalur pembelajaran mandiri, yakni Cloud Essentials dan ML & Gen AI on AWS, serta kesempatan mengikuti sertifikasi AWS secara gratis bagi peserta yang memenuhi syarat.
Selain menyasar masyarakat umum, IndonesiapandAI juga mengusung pendekatan train-the-trainer dengan memberdayakan para guru sebagai penggerak literasi AI. Bekerja sama dengan Yayasan Sagasitas Indonesia dan Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia, sebanyak 22 guru dari lima sekolah unggulan telah mengikuti pelatihan intensif Generative AI dan belajar membangun aplikasi AI menggunakan PartyRock, platform Generative AI milik AWS.
Pendiri dan Ketua Dewan Pembina YPKBI, Dirgayuza Setiawan, menilai kolaborasi ini membuktikan bahwa perpaduan teknologi global dan pendidikan mampu menghasilkan dampak yang signifikan. Menurutnya, para guru kini tidak hanya memahami konsep Generative AI, tetapi juga mampu membangun proyek AI sendiri dan mempersiapkan diri untuk memperoleh sertifikasi internasional.
Dukungan juga datang dari Meutya Viada Hafid. Ia menegaskan bahwa AI harus menjadi alat untuk menciptakan kesetaraan kesempatan, bukan memperlebar kesenjangan. Investasi terhadap satu guru, kata Meutya, berpotensi memberikan dampak berantai yang menjangkau ribuan siswa di berbagai daerah.
Selain IndonesiapandAI, AWS juga memperkenalkan program MAIN, sebuah akselerator karier gratis selama lima bulan yang ditujukan bagi generasi muda di Jawa Barat. Program ini dikembangkan bersama Alkademi Foundation dan Ikatan Alumni ITB, serta dijalankan melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bandung di bawah naungan Kementerian Ketenagakerjaan.
MAIN menyasar lulusan sekolah menengah kejuruan serta mahasiswa dan lulusan baru perguruan tinggi yang ingin memperdalam kemampuan AI, pengembangan web, hingga rekayasa Generative AI tingkat lanjut. Peserta akan mengikuti pembelajaran bertahap, mulai dari modul daring, pelatihan teknis bersama instruktur, hingga bootcamp berbasis proyek. Mereka juga akan menggunakan perangkat industri seperti Amazon Bedrock dan Kiro untuk membangun solusi AI yang dapat diterapkan di dunia nyata.
Sejak 2017, AWS telah melatih lebih dari satu juta masyarakat Indonesia dalam keterampilan cloud melalui berbagai program seperti AWS re/Start, AWS Academy, Terampil di Awan, CendekiAwan, Think Big Space, dan Amazon Girls’ Tech Day. Kehadiran IndonesiapandAI dan MAIN menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan AWS untuk memastikan teknologi cloud dan AI dapat diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia.
“Cloud dan AI harus dapat diakses oleh semua orang, terlepas dari latar belakang apa pun. Masa depan sedang ditulis saat ini, dan setiap orang Indonesia memiliki tempat di dalamnya,” ujar Head of APJ Market Expansion & Strategic Partnerships, Training & Certification AWS, Yashinta Bahana. (Red/rlls)











































