Mediakawasan.co.id, Serpong – Penghargaan Zona Integritas (ZI) yang diraih Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangerang Selatan bukan sekadar capaian administratif. Lebih dari itu, penghargaan ini mencerminkan perubahan cara kerja birokrasi yang kini semakin berorientasi pada kepercayaan publik.
Di tengah tuntutan pelayanan yang cepat dan transparan, Bapenda Tangsel memilih berbenah dari dalam. Mereka tidak hanya memperbaiki tampilan layanan, tetapi juga merancang ulang pengalaman masyarakat saat berurusan dengan pajak daerah. Hasilnya, pelayanan yang sebelumnya identik dengan antrean panjang dan prosedur berlapis, kini bertransformasi menjadi lebih sederhana dan efisien.
Kepala Bapenda Tangsel, Eki Herdiana, menjelaskan bahwa kunci utama dari keberhasilan tersebut terletak pada konsistensi dalam menjalankan reformasi.
“Zona integritas itu bukan program sesaat. Ini proses yang harus dijaga, mulai dari komitmen pimpinan sampai implementasi di lapangan,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin, (20/4).
Bapenda melakukan berbagai pembaruan, dari penataan ruang pelayanan hingga penguatan sistem digital. Masyarakat kini bisa merasakan layanan yang lebih nyaman, dengan alur yang jelas serta akses informasi yang lebih terbuka.
Namun yang menarik, perubahan ini juga diiringi dengan pendekatan yang lebih proaktif. Melalui program seperti layanan ke pusat perbelanjaan hingga strategi jemput bola kepada wajib pajak, Bapenda berusaha mendekatkan diri, bukan sekadar menunggu.
Langkah ini menjadi penting, karena kesadaran pajak tidak bisa hanya dibangun lewat aturan, tetapi juga melalui pengalaman pelayanan yang positif. Ketika masyarakat merasa dilayani dengan baik, kepercayaan pun tumbuh, dan kepatuhan mengikuti.
Penghargaan ZI yang diberikan dalam Apel Hari Kesadaran Nasional yang digelar kemarin oleh Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menjadi penanda bahwa upaya tersebut berada di jalur yang tepat.
Meski begitu, Bapenda menyadari bahwa tantangan ke depan tidak ringan. Mempertahankan standar pelayanan sekaligus terus berinovasi menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab.
Di titik ini, Bapenda Tangsel sedang memainkan peran yang lebih besar dari sekadar pengelola pajak. Mereka tengah merajut ulang hubungan antara pemerintah dan masyarakat, dari yang semula formal menjadi lebih kolaboratif—membangun kepercayaan, satu layanan pada satu waktu. (Red/*)







































