Mediakawasan.co.id, Serpong Tangsel- Sungai Jeletreng, adalah salah satu sungai yang berlokasi di Kecamatan Setu Serpong Tangerang Selatan. Sungai yang berlokasi tepat disebelah Taman Kota 2 BSD Tangsel ini, kini menjadi icon baru Ruang Terbuka Hijau (RTH), yang sekaligus juga menjadi tempat wisata dan olahraga yang iconik di Tangsel.
Jauh sebelumnya, Sungai Jeletreng adalah bantaran sungai yang kerap kali meluap akibat kiriman air hujan dari Bogor. Kini, berkat revitalisasi yang dilakukan Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU), sungai Jeletreng bisa mengendalikan kiriman air dengan baik.
“Revitalisasi Sungai Jeletreng adalah sebagai salah satu upaya optimalisasi fungsi dan meningkatkan kapasitas daya tampung untuk mengendalikan banjir karea kiriman air,” tutur Kepala Dinas PU Kota Tangerang Selatan Aries Kurniawan beberapa waktu lalu.
Aries lalu menceritakan, bagaimana sebelum revitalisasi dilakukan, kondisi Sungai Jeletreng sangatlah memprihatinkan. “Banyak endapan yang mempersempit lebar sungai, sehingga jika debit air tinggi, maka air akan meluap ke luar,” imbuhnya.
Juni 2021, DPU Tangsel mulai melakukan revitalisasi Sungai Jeletreng, termasuk dengan area yang berada mengelilingi sungai tersebut. “Kontrak selesai revitalisasi jika tidak ada aral melintang akan selesai pada Desember 2021, jadi hanya 6 bulan pengerjaan. Dengan waktu singkat tersebut, DPU sukses merubah wajah Sungai Jeletreng yang menyeramkan menjadi tempat yang asik untuk disinggahi,” ungkap Aries.
Menurut Aries, berbeda dengan revitalisasi situ atau tandon lain yang berada di Kawasan Tangsel, revitalisasi sungai dan RTH Jeletreng tampak lebih mewah. Sebab, selain optimalisasi aliran sungai untuk antisipasi banjir. Tampilan sungai pun dibuat berbeda dengan barisan perahu dayung yang nantinya akan melintasi sepanjang aliran sungai. Ditambah dengan fasilitas pendukung lainnya, yakni jogging track, play ground, theater (ruang pertunjukkan seni), Gazebo, mushala, hingga taman baca, kawasan Jeletreng yang kini dinamakan Jeletreng River Park itu, begitu menarik hati masyarakat, baik dari Tangsel maupun kota-kota yang ada disekitarnya.
“Itu karena kami sebelumnya telah melakukan study banding, diantaranya ke Kabupaten Badung Bali, bahkan hingga ke Korea. Sebab, dikedua tempat tersebut terdapat kawasan yang mirip dengan Jeletreng, baik itu kontur tanahnya maupun keberadaan sungainya,” papar Aries.
Menurut Aries, DPU Tangsel akan berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Tangsel, untuk mencari solusi pengelolaan dan perawatan Jeletreng River Park. “Ada kemungkinan diswastanisasikan, biar bisa lebih fokus memaintenance, syukur-syukur jika anggaran revitalisasi yang diambil dari APBD Tangsel, bisa kembali,” ungkap Aries.
“Nantinya akan semakin dilengkapi dengan berbagai fasilitas di luar fasilitas berolahraga. Dengan harapan masyarakat bisa terfasilitasi apapun kegiatannya,” tambah Aries.
Agar manfaat Jeletreng bisa maksimal dinikmati masyarakat, DPU Tangsel pun tidak setengah-setengah memilih bahan material pembangunan. Salah satunya adalah jenis pedestrian yang diputuskan untuk menggunakan bahan baku Kongkrit Stem, yakni pedestrian warna warni yang menjamin kenyamanan kaki melangkah.
“Tidak hanya itu, pedestrian yang kami bangun sekaligus akan menjadi Jogging Track bagi penggunanya. Seperti yang telah kami terapkan di kawasan Nusa Loka BSD. Tetapi diluar itu semua, di dalam pedestrian tersebut telah dilengkapi dengan saluran air berkapasitas besar, sebagai antisipasi banjir. Ide pedestrian ini kami ambil dari Jakarta dan Jogyakarta, dimana pedestrian di dua lokasi tersebut sudah diujicobakan kepada masyarakat pengguna jalan,” papar Aries.
Aries juga mengatakan, kawasan serupa Jeletreng juga direncanakan akan dibangun di Serpong Utara, tepatnya di Lengkong Wetan dan Lengkong Karya. “Menunggu yang Jeletreng selesai, dan serah terima dari kontraktor,” tambah Aries.
Aries berpesan kepada masyarakat yang berkunjung ke kawasan Jeletreng River Park agar selalu menjaga kebersihan dan kenyamanan di kawasan tersebut. “Jangan vandalisme (corat coret), jangan juga buang sampah sembarangan, ingat bahwa fasos fasum yang dibangun Pemkot Tangsel adalah milik masyarakat, kami hanya pengemban tugas, masyarakatlah pemiliknya, untuk itu mari bersama kita jaga kenyamanan Jeletreng,” tutup Aries yang menyamakan Kawasan Jeletreng River Park Tangsel seperti Kota Venice di Italia. (Red/*)











































