Mediakawasan.co.id, Tangerang Selatan – Memasuki masa peralihan musim, masyarakat di Provinsi Banten diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada 8 hingga 13 April 2026. Peringatan ini disampaikan oleh Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini.
Sejumlah faktor atmosfer terpantau aktif dan saling memperkuat, sehingga meningkatkan potensi terjadinya cuaca signifikan di wilayah Banten. Di antaranya adalah sirkulasi siklonik di Samudera Hindia barat daya Lampung, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), serta gelombang atmosfer Rossby dan Kelvin. Selain itu, kelembapan udara yang tinggi pada lapisan 850–500 mb dan labilitas atmosfer lokal yang kuat turut mendukung pembentukan awan hujan intensif.
Berdasarkan prakiraan cuaca, pada periode 8 hingga 11 April 2026, hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di wilayah selatan Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan meluas ke Kabupaten dan Kota Serang, wilayah Pandeglang dan Lebak secara umum, Kabupaten Tangerang bagian selatan, serta Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.
Memasuki periode 12 hingga 13 April 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi, terutama di wilayah barat dan selatan Pandeglang, selatan Lebak, barat Serang, Kabupaten Tangerang bagian selatan, serta Kota Tangerang Selatan.
Tidak hanya hujan deras, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi angin kencang dengan kecepatan mencapai 45 km per jam, khususnya di wilayah selatan Pandeglang dan Lebak pada 9 hingga 11 April 2026. Selain itu, gelombang laut kategori sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi di Selat Sunda bagian barat serta perairan selatan Pandeglang dan Lebak.
BBMKG Wilayah II mengingatkan bahwa kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang. Masyarakat diimbau untuk memastikan saluran air tetap lancar, menghindari aktivitas di wilayah rawan bencana, serta mengamankan barang-barang penting dan selalu memperhatikan keselamatan saat beraktivitas.
Kepala BBMKG Wilayah II, Dr. Hartanto, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi cuaca yang dinamis selama masa peralihan musim ini. Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG serta kanal resmi media sosial @bmkgwilayah2. (Red/*)









































