Mediakawasan.co.id, Jakarta – ENTREV, program kolaborasi Pemerintah Indonesia dan United Nations Development Programme (UNDP) turut mendorong penguatan kesiapan ekosistem kendaraan listrik menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada arus mudik Idul Fitri 2026. Upaya ini sejalan dengan pembahasan dalam Rapat Koordinasi Strategi Akselerasi Penyediaan SPKLU dan Kesiapan SPKLU Menghadapi Arus Mudik Idul Fitri 2026 yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan pada 26 Februari 2026 di Jakarta. Forum tersebut mempertemukan kementerian, lembaga, operator infrastruktur, serta pelaku industri otomotif untuk memastikan kesiapan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di jalur mudik.
Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa jumlah kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Pada periode Idul Fitri 2026 diperkirakan terdapat sekitar 170.000 hingga 180.000 unit mobil listrik yang beredar di Indonesia, sehingga kesiapan infrastruktur pengisian daya seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) menjadi aspek penting untuk menjaga kelancaran perjalanan masyarakat selama periode mudik.
Asisten Deputi Infrastruktur Ekonomi dan Industri Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Firdausi Manti, menekankan bahwa momentum arus mudik Idul Fitri menjadi ujian penting bagi kesiapan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
“Seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di masyarakat, diperlukan komunikasi yang lebih luas dan mudah dipahami mengenai ketersediaan infrastruktur pengisian daya serta berbagai fitur layanan pendukungnya. Informasi tersebut penting agar pengguna kendaraan listrik dapat merencanakan perjalanan dengan lebih nyaman dan terhindar dari potensi kendala selama arus mudik lebaran,” ujar Firdausi.
Menanggapi hal tersebut, Project Coordinator ENTREV, Eko Adji Buwono, menyampaikan bahwa selain kesiapan infrastruktur dan layanan teknis, penyebaran informasi yang jelas dan mudah dipahami juga menjadi faktor penting untuk membantu masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik saat mudik.
“ENTREV turut berperan dengan mengaktivasi jaringan medianya untuk terus menyosialisasikan kesiapan mudik kendaraan listrik. Informasi mengenai kesiapan infrastruktur, tips perjalanan, serta berbagai rekomendasi perjalanan bagi pengguna kendaraan listrik kami sampaikan melalui media sosial maupun publikasi berita mengenai berbagai forum koordinasi bersama para pemangku kepentingan,” ujar Eko.
Menurutnya, penyebaran informasi yang tepat akan membantu masyarakat memahami berbagai fasilitas yang telah disiapkan pemerintah dan industri, termasuk lokasi SPKLU, layanan bantuan, serta berbagai fitur pendukung perjalanan yang kini semakin mudah diakses oleh pengguna kendaraan listrik.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah, industri otomotif, operator infrastruktur, serta dukungan berbagai mitra pembangunan, kami optimistis masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan kendaraan listrik secara lebih nyaman dan aman,” tutup Eko Adji Buwono.
Seiring meningkatnya jumlah pengguna kendaraan listrik di Indonesia, ENTREV memandang bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam memastikan kesiapan ekosistem kendaraan listrik, khususnya dalam menghadapi momen mobilitas besar seperti arus mudik Lebaran. Dengan kesiapan infrastruktur, layanan, serta informasi yang memadai, penggunaan kendaraan listrik diharapkan semakin dipercaya sebagai pilihan mobilitas yang praktis dan berkelanjutan bagi masyarakat. (Red/rlls)











































